Hacker Inggris Menang di Pengadilan atas Kasus Key Enkripsi



Kepolisian Kerajaan Inggris gagal mendapatkan hak paksa untuk mengetahui key enkripsi dari hardisk milik Lauri Love, seorang hacker asal Inggris. Pada pengadilan tingkat distrik setempat, Nina Tempia selaku hakim memutuskan bahwa Polisi seharusnya menggunakan kekuatan pada umumnya seperti menggali bukti-bukti dibanding upaya paksa.

Lauri Love adalah salah satu hacker yang diincar oleh banyak agen pemerintah, tidak terkecuali di Inggris namun juga di Amerika. Love, disangka menjadi salah satu aktor hacking ke sejumlah lembaga pemerintahan di Amerika seperti NASA, FBI, US Army dan US Federal Reserve.

Love ditangkap sekitar Oktober tahun 2013 saat berada dirumahnya di Stradishall, Inggris. Beberapa perangkat komputernya disita oleh kepolisian setempat. Beberapa  media storage yang dimiliki oleh Love ternyata di enkripsi menggunakan TrueCrypt. Kepolisian menduga, sangat kuat kemungkinan data hasil hacking kepada jaringan Senat Amerika Serikat dan Departemen Energi Amerika Serikat ada pada salah satu hardisk yang disita. Love menolak untuk memberikan key enkripsi, dan terpaksa kepolisian pun meminta bantuan pengadilan.


Meskipun menang dalam kasus key enkripsi ini, Lauri tetap harus berjuang mati-matian untuk bisa menolak upaya ekstradisi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat ke Inggris. Lauri sendiri, didakwa dengan tuntutan 100 tahun penjara karena melakukan hacking ke jaringan FBI, NASA, US Misile Defence Agency dan Federal Reserve Bank of New York pada kurun waktu tahun 2012 sampai 2013.

Diluar sesi pengadilan selepas putusan tersebut, Love terlihat cukup senang, namun melontarkan komentar pedas terkait proses pengadilan yang dia jalani
"It is a victory, although it is a more an avoidance of disaster."


Share on Google Plus

About WarnabiruTV

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment